Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Cikiwul di Kota Bekasi menegaskan komitmennya menjadi motor penggerak ekonomi warga melalui penguatan keanggotaan, kemitraan dengan warung kecil, dan dukungan terhadap pelaku UMKM. Komitmen itu disampaikan Ketua KKMP Cikiwul, Muhammad Jayadi, dalam sesi bincang-bincang bertajuk “Perjalanan Awal Mula Berdirinya KKMP Cikiwul” yang diunggah kanal KKMP Cikiwul pada 27 Desember 2025.
Awal Pembentukan dan Perekrutan Anggota
Muhammad Jayadi menjelaskan, KKMP Cikiwul dibentuk melalui Musyawarah Kelurahan Cikiwul pada 16 Mei 2025, sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi kelurahan. Sejak saat itu, pengurus bergerak aktif melakukan sosialisasi untuk merekrut anggota sebanyak mungkin, karena anggota sekaligus menjadi pelanggan utama koperasi.
Hingga kini, KKMP Cikiwul telah memiliki sekitar 1.400 anggota dari berbagai unsur warga, mulai dari lurah, pengurus LPM, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga tokoh agama. Skema simpanan pokok dan wajib juga disesuaikan dengan kemampuan warga, yakni simpanan pokok Rp100.000 dan simpanan wajib Rp50.000 per bulan, dengan opsi cicilan kecil mulai Rp2.000 per bulan.
Klarifikasi Soal Dana Pemerintah Rp3 Miliar
Menjawab isu di media sosial bahwa koperasi telah menerima pendanaan pemerintah hingga Rp3 miliar, Muhammad Jayadi menegaskan bahwa hingga saat ini KKMP Cikiwul belum menerima dukungan dana tersebut. Ia menyebut, dalam skema awal, dana Rp3 miliar itu terdiri dari Rp2,5 miliar untuk belanja modal dan Rp500 juta untuk modal kerja, namun pencairannya terkendala perubahan regulasi setelah terbit Instruksi Presiden Nomor 17.
Menurutnya, pembangunan gerai koperasi kini berada di bawah pengelolaan PT Agrinas sesuai penugasan pemerintah, sementara alokasi Rp500 juta untuk modal kerja masih tertunda. Karena belum ada dana yang cair, pengelola memutuskan menyewa ruko milik salah satu anggota sebagai lokasi gerai, dengan harapan nantinya biaya sewa dapat ditopang bila pendanaan pemerintah benar-benar terealisasi.
Upaya Memanfaatkan Lahan Pemerintah
Di sekitar gerai koperasi, terdapat lahan sekitar 4,5 hektare milik Kementerian PUPR yang saat ini sedang diusulkan untuk dimanfaatkan melalui skema hak guna pakai. Pengurus koperasi berharap, setelah izin dari Kementerian PUPR terbit dan proses administrasi selesai, lahan itu dapat dijadikan lokasi pengembangan gerai koperasi yang lebih representatif melalui dukungan PT Agrinas.
Muhammad Jayadi menegaskan, perubahan regulasi dan tertundanya penyaluran dana tidak boleh menjadi hambatan, dan koperasi harus tetap berjalan demi peningkatan ekonomi warga Cikiwul.
Koperasi Tegaskan Tak Akan Saingi Warung Kecil
Menanggapi kekhawatiran bahwa koperasi akan menjadi pesaing bagi warung-warung kecil di lingkungan sekitar, Ketua KKMP Cikiwul menyatakan koperasi justru hadir untuk mendukung dan menguatkan pedagang kecil. Menurutnya, banyak warung kecil di Cikiwul yang sudah menjadi anggota koperasi dan ke depan akan direkrut sebagai mitra resmi.
Mulai Januari 2026, koperasi merencanakan skema kemitraan di mana barang dari koperasi akan dititipkan di warung-warung kecil untuk dijual, dan warung baru membayar ke koperasi setelah barang terjual. Skema ini diharapkan membantu pedagang kecil yang minim modal, sehingga mereka tetap bisa berjualan tanpa harus menanggung risiko stok lebih dulu.
Fasilitasi UMKM dan Kampung Jajanan Pasar
KKMP Cikiwul juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menitipkan produk di gerai koperasi tanpa biaya sewa tempat. Koperasi akan menjual produk UMKM tersebut dengan selisih harga yang disepakati, selama pelaku UMKM tercatat sebagai anggota.
Dalam perkembangannya, KKMP Cikiwul mendapatkan kunjungan Ketua Umum Wanita Bekasi Keren bersama perwakilan merek bahan pangan Rose Brand, yang datang didampingi camat dan jajaran kecamatan. Dari pertemuan tersebut muncul kesepakatan menjadikan Cikiwul sebagai “kampung jajanan pasar”, dengan Rose Brand siap memfasilitasi pelatihan pembuatan kue jajanan pasar berkualitas bagi warga.
Pelatihan tersebut terbuka bagi seluruh warga Cikiwul yang berminat, baik yang sudah berdagang, baru ingin memulai usaha, maupun yang sekadar memiliki hobi membuat kue. Setelah pelatihan, koperasi akan membantu pemasaran, mencarikan pesanan, dan menawarkan agar kebutuhan bahan baku kue disuplai terlebih dahulu oleh koperasi, lalu dibayar setelah produk terjual.
Ajakan Bersama Majukan Ekonomi Cikiwul
Menutup perbincangan, pengurus KKMP Cikiwul menyampaikan apresiasi kepada lurah, camat, pengurus RT/RW, LPM, kader PKK, tokoh masyarakat, dan Wali Kota Bekasi yang disebut telah menjadi anggota koperasi. Mereka mengajak warga Cikiwul untuk bersama-sama menyukseskan program koperasi sebagai sarana meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kolektif.
Muhammad Jayadi menyatakan keyakinannya bahwa niat baik untuk membangun koperasi akan melahirkan hasil yang baik bagi perekonomian warga. Ia berharap KKMP Cikiwul dapat terus berkembang dan menjadi contoh koperasi kelurahan yang mampu menguatkan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.